Khasiat Buah: Jambu Biji

Khasiat dan Manfaat Jambu Biji     (Psidium Guajava)

 

Uraian tanaman jambu biji:

Tanaman perdu, tinggi 5-10 meter. Batang berkayu, bulat, kulit kayu licin, mengelupas bercabang, warna coklat kehijauan. Daun tunggal, bulat telur, ujung tumpul, pangkal membulat tepi rata, panjang 6-14 cm, lebar 3-6 cm, pertulangan menyirip, warna hijau kekuningan. Buah tunggal di ketiak daun, mahkota bulat telur, panjang 1.5 cm, warna putih kekuningan. Buah buni, bulat telur warna putih kekuningan. Masak pada musim panas.

Bagian yang digunakan: daun dan buah

 

Kandungan kimiawi & Efek farmakologi:

  • Zat-zat fitokimia: mempercepat penyembuhan penyakit flu, radang tenggorokan, dan sesak napas
  • Karotenoid: daging buah jambu biji khususnya buah jambu biji merah mengandung sekitar 19 jenis senyawa karotenoid, salah satu diantaranya adalah beta karotin. Beta karotinnya merupakan anti oksidan yang menjaga kesehatan dan menghambat proses penuaan, dan juga dapat mencegah dan menekan pertumbuhan sel kanker serta melindungi asam lemak tidak jenuh ganda dari proses oksidasi dan jika tubuh perlu vitamin A maka beta karotin di hati akan diubah menjadi vitamin A.
  • Polifenol: komponen polifenolnya terekstrak dari bagian daging buah dan kulit buah jambu, jumlahnya berkisar antara 2,62-7,79 %. Kemampuan antioksidatif komponen polifenol dalam buah jambu biji sangat baik, dengan demikian jambu biji sangat baik dijadikan sebagai sumber antioksidan alami
  • Flavonoid: hasil penelitian menyatakan kandungan flavonoid pada jambu biji termasuk tinggi, sehingga mampu digunakan sebagai anti radang, antialergi, antivirus, dan anti kanker
Daun:
  • Air rebusan daun jambu: menghambat perkembang biakan bakteri staphylococcus penyebab diare, mengurangi kontraksi usus halus sehingga mencegah hasrat BAB yang terus menerus
  • Minyak atsiri: mengurangi gerak usus yang kuat hingga mampu mencegah diare. Selain itu bisa meredam batuk dan anti kejang
  • Resin: minyak esensial berkhasiat antiseptic, antifungal, antiinflamasi, antialergi
  • Tannin: menyembuhkan luka, terbuka dan borok, menyembuhkan sariawan, mengandung zat epigallocatechin galat, yang mampu mencegah kanker lambung dan kerongkongan

 

Buah:
  • Air rebusan buah muda: mengendalikan kadar gula darah bagi penderita diabetes, menyenbuhkan diare
  • Asam amino (triptofan, lisin): menurunkan tekanan darah, membangun sel pertahanan tubuh, mereparasi kerusakan sel.
  • Pectin: menurunkan kadar kolesterol (melalui mekanisme pengikat kolesterol dan asam empedu yang kemudian mendorong dan mengeluarkannya dari saluran pencernaan
  • Kalsium: mengisi kepadatan tulang, berperan dalam pembentukan gigi, membantu pembekuan darah, transmisi saraf, stimulasi otot, stabilitas asam basa (pH) darah, dan mempertahankan keseimbangan air.
  • Fosfor: untuk kesehatan gigi dan tulang
  • Besi: untuk pembentukan butir darah merah dan berperan dalam pusat pengaturan molekul hemoglobin sel-sel darah merah, juga berperan dalam metabolisme energi, termasuk sintetis DNA oleh beberapa enzim, serta dalam kekebalan tubuh.
  • Mangan: untuk menjaga sistem saraf pusat agar berfungsi normal, dan dapat membantu memperbaiki daya ingat
  • Magnesium: bertindak sebagai katalisator dalam reaksi-reaksi biologi di dalam tubuh, termasuk reaksi yang berkaitan dengan metabolisme energi, karbohidrat, lemak, protein, dan asam nukleat. Selain itu juga berperan dalam sintesis, degradasi, dan stabilitas bahan gen DNA.
  • Vitamin A: menjaga kesehatan mata, memelihara proses diferensiasi sel, menjaga fungsi kekebalan tubuh, berperan dalam proses sintesis protein, berperan dalam proses reproduksi, serta mencegah kanker dan penyakit jantung, merangsang fungsi kekebaan tubuh, menghambat oksidasi kolesterol yang menyumbat arteri, dsb
  • Vitamin B1: berperan dalam oksidasi zat gizi, dan pelepasan energy dalam tubuh, juga merupakan bagian dari system enzim yang terlibat daalm metabolisme karbohidrat, disamping itu juga berperan dalam menormalkan fungsi saraf, otot, dan jantung
  • Vitamin C: meningkatkan imunitas, meremajakan dan meningkatkan produksi sel darah putih, mencegah penyakit gusi, melindungi arteri, dsb. Saat menjelang matang kandungan vitamin C pada buah jambu biji 3-6 x lebih tinggi dari jeruk. Juga kaya kandungan serat yang larut dalam air, terutama di bagian kulitnya sehingga dapat mengganggu penyerapan glukosa dan lemak yang berasal dari makanan dan membuangnya keluar tubuh.

 

Dosis pemakaian:
  • Dalam :15 – 30gram daun segar, atau 2,5 – 4,5gram daun kering, lalu rebus airnya diminum.
  • Luar: rebus daun segar secukupnya, gunakan air rebusanya untuk mencuci luka dan liang senggama (pada keputihan), cara lain: giling daun segar sampai halus, lalu bubuhkan pada luka berdarah akibat kecelakaan dan benda tajam atau borok disekitar tulang.

 

Ramuan dan takaran:

  1. Asma: Daun jambu biji kering 1 sdt, Madu 3 sdm, Air1 gelas. Seduh daun jambu biji kering dengan air hangat, lalu ditambah dengan madu aduk rata. Minum ramuan tersebut 3x sehari masing-masing 1 gelas.
  2. Beser: 3 pucuk daun jambu biji, dilalap dengan sedikit garam dan sedikit lada, dimakan setiap siang dan malam selama 2 hari.
  3. Bronkhitis: Daun jambu biji kering 1 sdt, Madu3 sdm, Air1 gelas. Seduh daun jambu biji kering dengan air hangat, lalu ditambah dengan madu aduk rata. Minum ramuan tersebut 3x sehari masing-masing 1 gelas.
  4. Demam berdarah: 1 buah jambu biji merah matang diblender dengan air panas secukupnya lalu minum selagi hangat
  5. Epilepsi: Bubuk buah jambu biji kering 1 sdt, air1 gelas. Seduh bubuk buah jambu biji dengan air panas. Minum ramuan tersebut 3 x sehari
  6. Wasir disertai pendarahan nyeri: Buah jambu biji segar/kering 500gram/250gram. Air secukupnya. Rebus bahan sampai menjadi kental. Cuci bagian yang sakit 2-3 x sehari

 

Catatan:

  • Jambu biji susu ada 2: yang daging buahnya merah dan yang daging buahnya putih
  • Untuk mengobati penyakit tertentu, lebih disukai jambu biji merah
  • Saat ini buah jambu biji digunakan oleh masyarakat untuk meningkatkan jumlah trombosit pada penderita demam berdarah. Kemungkinan besar hal ini disebabkan buah jambu biji berkhasiat untuk mengatasi hemostatis, antiradang, dan antioksidan, sehingga dapat menghentikan proses agregasi (penggumpalan) trombosit dan pendarahan yang terjadi sebelumnya, seperti mimisan, perdarahan kulit, dan berak darah. Walhasil, jumlah trombosit cepat meningkat disertai perbaikan kualitas trombosit yang baru terbentuk sehingga dapat berfungsi kembali secara normal.
  • Buah jambu biji telah digunakan oleh maysarakat Untuk meningkatkan jumlah trombosit pada penderita demam berdarah. Kemungkinan besar hal ini disebabkan buah jambu biji berkhasiat untuk mengatasi hemostatis, antiradang, dan antioksidan, sehingga dapat menghentikan proses agregasi (penggumpalan) trombosit dan pendarahan yang terjadi sebelumnya, seperti mimisan, perdarahan kulit, dan berak darah. Alhasil jumlah trombosit cepat meningkat disertai perbaikan kualitas trombosit yang baru terbentuk sehingga dpat berfungsi kembali secara normal
  • Jambu biji dan demam berdarah: benarkah jambu biji merah bisa mengobati demam berdarah (DB)? Serangan virus DB menyebabkan jumlah trombosit darah merosot drastis. Akibat cairan plasma darah merembes keluar pembuluh darah, sehingga tekanan darah penderita menurun tak terkendali, dan penderita bisa mengalami shock. Untuk menanggulanginya, perlu pemberian cairan pengganti plasma. Cara yang banyak ditempuh jika penderita berada di rumah adalah dengan memberikan jus jambu biji merah.

Jadi jus jambu biji dimaksudkan untuk membantu menormalkan kembali kekurangan cairan plasma, bukan menyembuhkan penyakitnya. Hanya kebetulan saja bahwa jambu biji kaya akan vitamin C yang berperan memulihkan fungsi ketahanan tubuh.

Untuk memulihkan merosotnya cairan plasma, jus buah apapun bisa diberikan kepada penderita DB, karena umumnya kadar air pada buah cukup tinggi, sekitar 80% – 90%.

Kesimpulan: jus buah boleh saja diberikan kepada penderita DB, tetapi sebaiknya hanya sebagai pendamping pengobatan dokter/pengobat

 

Cara memilih jambu biji:

  • Buah besar
  • Daging tebal dan lunak
  • Rasanya manis
  • Bijinya manis atau sama sekali tidak berbiji

Ciri-ciri ini biasanya hanya terdapat pada jambu bangkok

Komposisi unsur gizi jambu biji

  • Komposisi unsur gizi per 100gram:

Energi                          49                    kalori

Protein                         0,9                   g

Lemak                         0,3                   g

Karbohidrat                 13,3                 g

Kalsium                       14,0                 g

Fosfor                          28,0                 mg

Zat besi                        1,1                   SI

Vit A                           25                    mg

Vit B1                         87                    mg

Vit C                           87                    mg

Serat                            4,1                   mg

Air                               80-90               g

Sumber: Direktorat Gizi Depkes RI (1992)

Hasil penelitian:

  • Imam Subagyo, Wahyo Dyiatmiko, dan Abdulkarim, UNAIR, 1981)

Secara in vitro infus daun jambu biji, dengan bermacam-macam kepekatan menunjukan perbedaan yang nyata pada diameter darah hambatan pertumbuhan kuman Shigella flexneri dan Shigella sonnei, sebagai penyebab disentri basiler.

  • Aznan Lelo, Yuneldi Anwar, M.Iskandar Lubis, Bagian farmakologi, FK USU dan jurusan farmasi, FMIPA USU.

Telah melakukan penelitian efek infus daun jambu biji dalam mencegah asfiksia (bebang nafas: keadaan yang timbul karena kekurangan oksigen dalam udara pernafasan, sehingga tampak tanda-tanda permulaan terhentinya atau terhentinya kehidupan).

  • Menurut penelitian telah berhasil diisolasi suatu zat flavonoid dari daun jambu biji yang dapat memperlambat penggandaan (replikasi) HIV penyebab penyakit AIDS, dengan cara menghambat pengeluaran enzyme reversed transcriptase yang dapat merubah RNA dari virus menjadi DNA di dalam tubuh manusia.

Baca juga khasiat dan manfaat buah: alpukat, anggur, apel, asam jawa, belimbing manis, delima dan jagung